Showing posts with label Download. Show all posts
Showing posts with label Download. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

Fakta Sejarah Telah Jelas: Stop Politisasi Islam!


“Karya Farag Fouda ini secara kritis dan berani mengungkapkan realitas sejarah pahit pada masa Islam klasik. Sejarah pahit itu bukan hanya sering tak terkatakan di kalangan kaum muslim, tapi bahkan dipersepsikan secara sangat idealistik dan romantik. Karya ini dapat menggugah umat Islam untuk melihat sejarah lebih obyektif, guna mengambil pelajaran bagi hari ini dan masa depan.” Prof. Dr. Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta

Di dalam literatur sejarah peradaban Islam, tidak sedikit teks-teks kesejarahan yang berpandangan bahwa periode sahabat merupakan zaman keemasan. Sehingga di era sekarang, muncul kelompok yang berkeinginan menjadikan periode sahabat sebagai rule model idaman dalam segala hal, termasuk sistem pemerintahan, yakni sistem khilafah.

Di Mesir, kelompok ini tergabung dalam wadah "Ikhwanul muslimin". Meraka gencar mengumandangkan slogan-slogan yang merindukan kembalinya negara Islam. Sepanjang pemilu di Mesir, slogan-slogan semisal “Wahai Negara Islam, Kembalilah!”, “Islam Adalah Solusi”, “Islam, Mesti Islam!”, terus didengungkan.

Bagi pendukung khilafah, berdirinya negara Islam menjadi instrument terbentuknya sistem khilafah dan tegaknya syariat Islam. Para penyeru penerapan syariat itu, sebagaimana telah kita sebutkan, selalu menyerukan slogan bahwa Islam adalah agama dan negara.

Menurut mereka, syariat Islam dipahami sebagai mata rantai penghubung antara konsep Islam sebagai agama dan konsep Islam sebagai negara. Hubungan antara keduanya bukanlah hubungan antara dua konsep yang berbeda, tetapi bagi mereka penegasan bahwa keduanya adalah dua wajah dari satu mata uang yang sama, yaitu Islam yang benar.

Namun Farag Fouda berpandagan lain, bahwa penerapan syariat Islam itu sendiri sesungguhnya bukanlah esensi dari Islam. Syariat telah diterapkan secara penuh dan terjadilah apa yang terjadi. Oleh sebab itu, yang lebih penting dari penerapan syariat itu sendiri adalah menetapkan ketentuan-ketentuan ketatanegaraan yang adil dan berkesesuaian dengan semangat Islam.

Ia menilai peristiwa yang menimpa di Sudan, cukup menjadi bukti riskannya menampilkan paras Islam yang sanksional. Hal itu terjadi bilamana seorang pemimpin memaksakan penerapan syariat Islam dalam sebuah negara. Dengan segera, mereka menerapkan sanksi hudud di tengah masyarakat yang terancam kelaparan.

Akibatnya, para pendukung penarapan syariat sendiri menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan sebelum diberlakukannya syariat Islam. Sangat ironi bukan?.

Bagi Fouda, yang paling utama ditampilkan dari wajah Islam adalah hal yang paling pokok, bukan dari cabang. Diawali dari hal yang paling esensial, bukan permukaan luarnya saja. Mengutamakan asas keadilan di atas sanksi-sanksi. Begitu juga dengan mendahulukan stabilitas di atas qisas dan menggaransi rasa aman di atas teror serta menjamin perut kenyang daripada memotong tangan. (hal 45)

Tidak ada sistem kenegaraan yang baku dalam Islam

Dalam pandangan Fouda, selama kesejarahan peradaban Islam, tidak ada ketentuan yang baku dan jelas terntang sistem pemerintahan pada masa khulfa Rosyidin. Ketidakjelasan ini secara jelas muncul pada masing-masing awal periode kepemimpinan sahabat.

Di samping itu, al-Quran sendiri tidak menjelaskan ketentuan spesifik tentang tata cara pemilihan pemimpin. Nabi pun tidak mewasiatkan apa-apa kepada sahabat-sahabtnya terkait perkara itu. Sehingga yang terjadi adalah polemik antara Saad bin Ubadah yang hendak diangkat kaum Anshar menggantikan nabi dengan Abu Bakar yang dicalonkan oleh Umar dan Abu Ubaidah Al-Jarrah.

Setelah melalui polemik panjang, akhirnya Abu Bakar terpilih menggantikan nabi. Di sini tidak ada penggunaan hadist nabi (kalaupun benar ada) dalam pencalonan. Jika tidak demikian, tidak mungkin akan terjadi perdebatan sengit dan pertentangan keras di dalam pertemuan Tsaqifah. Kalau ada ketentuan, pasti Ali bin Abi Thalib tidak akan menolak mengakui Abu Bakar dan segera membaiatnya (hal.77).

Suksesi pemilihan pemimpin pada masa Abu Bakar, menurut Fouda, tidak dijadikan sebagai rule model yang paling benar dalam sejarah suksesi kepemimpinan Islam. Terbukti, Abu Bakar menjelang akhir kepemimpinannya, ia mewasiatkan penggantinya kepada Umar dengan surat tertutup atau yang lebih dikenal dengan Majlis Ahl al-Halli Wa al-‘Aqdi.

Atas dasar itulah, Umat Islam membaiat Umar bin Khattab sebagai khalifah baru yang menggantikan Abu Bakar. Kemudian model suksesi tersebut pada masa Umar diperbaharui lagi. Yakni dengan menunjuk satu di antara enam orang pemuka sahabat, yaitu Ali, Utsman, Thalhah, al-Zubair, Ibnu Auf, dan Saad bin Abi Waqash. Tata cara di masa Umar juga berbeda dengan yang dilakukan Muawiyah, yang melakukan pendekatan senjata, serta Yazid yang mewariskan kekuasaannya. (hal. 18).

Fouda melihat  khilafah dalam sejarahnya tak lebih dari sistem kekuasaan totaliter yang berselubung agama. Ia mempertanyakan label "Islam” khilafah. Kemudian ia berusaha menunjukkan bahwa yang sering tampak dari sejarah politik Islam justru hal-hal yang berlawanan dengan Islam. Faktanya, tiga dari empat al-Khulafa’ yang katanya al-Rasyidun wafat karena pembunuhan politik yang terjadi di tengah polarisasi atau perang saudara di kalangan pengikut-pengikut Nabi yang, menurut riwayat, telah dijamin akan masuk surga.

Maka menurut Fouda, sudah sepatutnya memisahkan Islam dari praktik kekuasaan atas nama Islam. Praktik khilafah dalam sejarah dapat dikritik, dicela, dan dibahas dengan menggunakan tolok ukur ilmu politik, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Terlepas dari sosok Fouda yang kontrovensi dan oleh sekelompok ulama dari Universitas al-Azhar dinilai telah keluar dari Islam. Sebab pikiran-pikirannya dianggap telah menghujat agama. Sehingga, ia ditembak mati oleh kelompok islamis radikal di Mesir.

Buku yang berjudul “Kebenaran yang Hilang, Sisi Kelam Praktek Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim” karya Farag Fouda ini manwarkan pembacaan baru tentang sejarah khilafah. Hal itu sebagaimana dikatakan Buya Syafi'i Maarif dalam epilognya. Buku ini hadir untuk melihat sejarah lebih obyektif, agar kita tak terjebak pada pemberhalaan sejarah.

Download buku "Kebenaran yang Hilang" Di sini

Monday, November 19, 2018

[Lengkap] Metode Kuantitatif dan Kualitatif Ebook PDF Download



Buku yang satu ini terdiri dari dua bagian yakni metodologi penelitian pendekatan Kuantiatif dan penelitian pendekatan Kualitatif.

Buku ini sangat efisien untuk dibaca dan dipelajari siapapun yang hendak melakukan penelitian baik dengan Kuantitatif maupun Kualitatif

Download bukunya segera  Di sini


Download Ebook Penelitian Kualitatif PDF




Buku Metodologi Penelitian yang ditulis Dr.J.R.Raco ini membuka dan menambah wawasan bagi para penggiat penelitian agar bisa jeli memilih metode yang tepat dalam penelitiannya.

Buku ini juga memberikan alternatif bagi mahasiswa di kampus sehingga mahasiswa memiliki banyak pilihan metode.

Selain sebagai jawaban bagi yang ingin memahami metode penelitian kualitatif dalam bahasa Indonesia, buku ini jika dipasaran dan di dalalam bahasa inggris harganya sering tidak terjangkau kantong mahasiswa.

Buku ini sangat layak dibaca bagi yang ingin meneliti dan mengerjakan skripsi atau tugas akhir dengan metode penelitian kualitatif.

Download bukunya Di sini 

Download juga Buku Metodologi Penelitian Di sini

Ingin Mengerjakan Penelitian Tugas Akhir? Download Buku PDF Metode Penelitian

image: .jurnas.com
Penelitian adalah salah satu fungsi penting yang tidak bisa dipisahkan dari fungsi pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, khusunya di dunia perguruan tinggi atau lembaga terkait.

Di dalam dunia pengetahuan, ilmu pengetahuan tidak akan bertambah atau berkembang tanpa dukungan dari penelitian yang dilakukan.

Maka, di dalam menyusun penilitan, dibutuhkan buku acuan yakni buku Metodologi Penelitian yang akan membantu memahami konsep dan instrument yang akan dikerjakan.

Download buku Metodologi Penelitian PDF  Di sini

Wednesday, November 14, 2018

Edit Video Pakai KineMaster Pro untuk Androidmu [No Watermark]



KineMaster adalah satu-satunya editor video fitur lengkap profesional untuk pengguna Android, yang mendukung beberapa lapisan video, gambar, dan teks, serta pemotongan dan pemangkasan yang tepat, audio multitrack, kontrol volume amplop yang tepat, filter LUT yang penuh warna, transisi 3D, dan banyak lagi.

* Kontrol nada, kecerahan dan saturasi
* Filter audio, termasuk pengubah suara
* Blur, mosaik, dan efek lainnya
* Gaya animasi
* Kontrol kecepatan klip video
* Volume Envelope (Kontrol volume yang akurat dari satu momen ke lainnya dalam klip)
* Efek transisi (transisi 3D, tisu, dan lainnya)
* Berbagai tema, animasi, dan efek visual dan audio


Unduh KineMaster Pro  Di sini


Wasiat Imam Ghazali "Minhajul Abidin" [Ebook PDF Islam Terjemah]

foto : www.hatembazian.com

Imam al-Ghazali, seorang Ulama Agung ahli tasawuf dan fiqih, di dalam kitabnya Minhajul Abidin ini, membagi proses perjalanan seseorang yang ahli dalam beribadah menjadi tujuh tahapan.

Ke tujuh risalah dan bimbingan adalah wasiat terakhir al-Ghazali sebelum beliau kembali ke pangkuan sang maha kuasa yang ia rindu-rindukan.

Di dalam kitab ini, Al-Ghazali memberi tips-tips yang urgent bagi umat agar terus bersikap waspada kepada jebakan, jurang atau tipu daya dunia, dan bagi yang sudah berada di jurang agar dapat segera keluar.

Download buku PDF Islam Terjemah Minhajul Abidin  Di Sini

Monday, November 12, 2018

Sebuah Perjalanan Menghapus Luka [Garis Waktu-Fiersa Besari Ebook]


foto : imamrahmanto.com

Malam-malamku hanya berisi kumpulan tugas yang harus rela kubagi dengan jam tidur. dan pagi-pagiku hanya repetisi membosankan untuk mengenyangkan logika.

Aku lupa bahwa bahwa bintang pun bernyawa, hujanpun bernafas, dan kita diciptakan untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari sekedar rutinitas harian.

Aku lupa bahwa kita semua terkoneksi: bahwa cinta sepatutnya menjadi bahan bakar kita tetap melangkah. garis besarnya, aku lupa caranya menjadi manusia.


Download Buku "Garis Waktu" Fiersa Besari  Di sini 




Wednesday, November 7, 2018

Pergolakan Politik Identitas Mengancam Bangsa? [Buku Politik Identitas - Buya Syafi'i]



Polemik politik identitas di Indonesia semakin terasa. Berbagai keriuhan yang terjadi belakangan tahun ini seperti sebuah mimpi buruk yang hadir di setiap sanubari bangsa.

Selanjutnya, gejolak yang terjadi banyak diasumsikan oleh berbagai kalangan sebagai sebuah bentuk ancaman atas kedaulatan khususnya nasionalisme dan pluralisme yang sudah dijaga sejak kemerdekaan bangsa direbut tahun 1945 lalu.

Geliat pergolakan politik identitas dan pembahasannya begitu mencolok ketika kita melihat di kolom-kolom media sosial. Entah hal tersebut sebagai bentuk atau transformasi latah bangsa, ataukah memang ada settingan bahwa gerakan-gerakan yang cenderung frontal ini sengaja ada yang memainkan?

Buya Syafi'i Maarif di dalam bukunya berjudul Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita, cukup mampu memberikan gambaran pergolakan politik identitas yang berlangsung di bumi Nusantara ini.

Buya membedah gerakan-gerakan yang bersifat ekstrim dan radikal yang memiliki misi ancaman bangsa yang mengaku dirinya bangsa Pancasila.

Baca bukunya Buya Syafi'i Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita : Download

Tuesday, November 6, 2018

Novel Gajah Mada Vol 1 - 5 [Download PDF]



Kamu pecinta cerita legenda khususnya patih Gajah Mada yang begitu terkenal di bumi Nusantara ini?

Berikut beberapa novel karya Langit Kresna Hariyadi tentang tokoh Gajah Mada


Gajah Mada 1  Download

Gajah Mada 2 [Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara] Download

Gajah Mada 3 [Hamukti Palapa]  Download

Gajah Mada 4 [Perang Bubat]  Download

Gajah Mada 5 [Madakaripura Hamukti Moksa] Download


--
Selama membaca :)

Novel Ahmad Thohari [Download PDF]


Ahmad Tohari adalah seorang sastrawan yang lahir pada 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ahmad Tohari berasal dan dibesarkan dari keluarga santri, Ayahnya adalah seorang kiai dan ibunya seorang pedagang kain.

Di dalam Ensiklopedia Sastrawan Indonesia Modern disebutkan bahwa Ahmad Thohari lahir dari keluarga yang tidak kekurangan, namun lingkungan masyarakat di sekitarnya mengalami kelaparan.

Ia dengan karya-karyanya yang melegenda telah mampu hadir dan menjadi bagian dari kesusastraan bangsa Indonesia. Beberapa karyanya silahkan download di sini :


Ronggeng Dukuh Paruk  Download

Kubah  Download

Orang-orang Proyek  Download

Di Kaki Bukit Cibalak  Download

Lintang Kemukus Dini Hari  Download

--
Selama membaca :)